Museum Purbakala

Akhir pekan menjadi saat yang tepat untuk menikmati waktu santai bersama keluarga. Menjajal tempat baru sekaligus belajar mengenal jaman prasejarah juga dapat menjadi pilihan. Jika Anda berada di wilayah Gilimanuk dan sekitarnya, cobalah berkunjung ke Museum Manusia Purba Gilimanuk di Kelurahan Gilimanuk. Ada apa saja di sana? Museum Manusia Purba ini berlokasi di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana. Museum Gilimanuk merupakan satu-satunya museum yang ada dibali yang merupakan situs permukiman sekaligus kubur (Nekropolis) dari masa prasejarah. Selain itu, museum ini juga memajang benda-benda hasil peninggalan yang bersifat arkeologis. Peninggalan Arkeologis ini merupakan suatu aset bangsa yang tidak ternilai harganya, karena dari peninggalan tersebut kita dapat mengetahui sejarah kehidupan manusia dan membandingkannya dengan kehidupan masa sekarang. Peninggalan arkeologis ini sebagai hasil dari pelaksanaan Ekskavasi yang dilaksanakan oleh Balai Arkeologi Denpasar, namun disamping itu ada beberapa dari temuan tersebut merupakan hasil penemuan yang tidak sengaja oleh masyarakat sekitar situs Gilimanuk. Penemuan yang tidak sengaja ini biasanya ditemukan di daerah pemukiman penduduk serta di daerah pesisir pantai Teluk Gilimanuk, karena di pesisir ini masih banyak terdapat tinggalan-tinggalan Arkeologis. Museum yang dibangun di atas kawasan situs Gilimanuk ini, selain sebagai satu-satunya museum manusia purba di Bali, juga memiliki peran penting dan strategis sebagai salah satu media untuk tempat menimba ilmu, membentuk karakter bangsa dan dapat dikembangkan menjadi tempat pertunjukan. Tiket masuknya pun terbilang tak mahal, tak sampai Rp 10.000 untuk wisatawan domestik, dan Rp 20.000 untuk wisatawan mancanegara. Letak geografis Museum Manusia Purba Gilimanuk juga sangat strategis, karena terletak di pintu masuk Bali bagian barat, tentunya menjadi modal yang sangat penting untuk menarik kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan domestic maupun mancanegara. Benda-benda koleksi museum manusia purba gilimanuk : 1. Kerangka Manusia Purba Manusia Purba Gilimanuk bersifat Homo Sapiens berasal dari Ras Mongoloid. Posisi penguburan saat itu seperti bayi dalam kandungan. Karena hal ini berkaitan karena sistem kepercayaan bahwa orang yang telah meninggal akan kembali keasalnya yaitu kandungan ibu, untuk suatu saat akan terlahir kembali (reinkarnasi). 2. Sarkovagus (Kubur Batu) Sarkovagus adalah wadah kubur batu padas yang digunakan oleh masyarakat purba Gilimanuk. Khusus bagi orang-orang yang dianggap berpengaruh dalam kehidupan masyarakat. Namun kubur orang biasa di kubur tanpa menggunakan kubur batu, dengan posisi sikap yang sama. Hal ini menunjukkan STRATIFIKASI SOSIAL. 3. Manik-manik Perhiasan Manik-manik yang warna dan bahannya beragam ini, diperkirakan dulunya berasal dari kalung, anting-anting dan gelang pada masa lalu uang disertakan dalam proses penguburan. 4. Peralatan Gerabah Peralatan dari Gerabah berupa : pedupaan, periuk, anglo (keren) lekeh dan cubek. Ini digunakan sebagai tempat makanan ataupun sebagai sarana dalam melakukan ritual yang berkaitan dengan sistem kepercayaan. 5. Anglo dan Tatakan Periuk Anglo (keren) terbuat dari tanah liat yang digunakan sebagai tungku perapian. Bentuk badannya melingkar, bagian bawah lebih besar dari bagian atas, pada badan anglo ini terdapat hiasan, dan pada bibir atas terdapat beberapa bagian yang menonjol. Anglo ini digunakan sebagai tempat memasak, tonjolan yang terdapat pada bagian bibir atas sebagai tumpuan periuk. Tatakan periuk merupakan alat yang terbuat dari tanah liat bentuk badannya melingkar dan di hias dengan ornamen, lingkar bagian bawah lebih sempit dari pada bagian atas, alat ini digunakan untuk meletakkan periuk agar tidak terguling apabila dipergunakan sebagai wadah suatu makanan. 6. Alat dari Batu dan Alat Tulang Kapak persegi banyak ditemukan di Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Bali, dan Nusa Tenggara. Kapak ini terbuat dari bahan dasar batu dengan cara dihaluskan dan diasah, diperkirakan masuk kewilayah Indonesia melalui jalur barat dari Yunan ke Semenanjung Malaka kemudian masuk ke Pulau Jawa lewat Sumatra, Kalimantan, Bali, dan Nusa Tenggara. Para arkeolog memperkirakan benda ini dibuat sebagai lambang kebesaran, alat upacara, alat tukar, dan jimat. Kapak persegi merupakan istilah pertama yang diberikan Dr. Van Heine Geldern. Disebut kapak persegi karena alat ini mempunyai penampang alang yang berupa persegi panjang. 7. Contoh Tanah dan Hiasan Gerabah Dari penggalian situs Gilimanuk dapat diketahui adanya beberapa lapisan tanah seperti, humus warna hitam, tanah campur pasir halus berwarna kelabu kuning, tanah dan pasir warna coklat, pasir halus warna kelabu, sisa biota laut dan pasir halus berwarna putih. Pecahan gerabah Gilimanuk ada yang berhias geometris dan terajala. 8. Alat-alat dari Logam Alat Logam berupa besi dan perunggu di duga berfungsi sebagai alat untuk bekerja sehari-hari, dan sebagai sarana upacara yang erat kaitannya dengan sistem kepercayaan masyarakat pada jaman perundagian. 9. Wadah dari Tanah Liat Tekhnik pembuatan benda-benda dari tanah liat yang terdapat di Gilimanuk diperkirakan mempergunakan teknik tatap landas dan roda putar lambat mendapat pengaruh dari Asia Tenggara sejenis dengan gerabah Sa-Huinh Kalanay. Dan beragam jenis periuk yang ditemukan di Situs Gilimanuk menunjukkan tingginya tingkat peradaban mereka.

DISCOVER THE BEAUTIFUL VIEW OF Museum Purbakala

Museum Purbakala

Museum Purbakala

Museum Purbakala

Museum Purbakala

Museum Purbakala

MAP AND INFORMATION

Gilimanuk terletak di Bali Bagian Barat dengan jarak tempuh sekitar 149,5 km jika kita memulai dari Bandara Ngurah Rai. Sedangkan waktu yang dibutuhkan dari bandara Bali ke pelabuhan Gilimanuk sekitar 3 jam 35 menit atau 4 jam tergantung kemacetan di jalan. Anda juga bisa menaiki kendaraan pribadi untuk lebih puas berkeliling di Kota Jembrana. Selain itu Museum Purbakala Gilimanuk berdekatan dengan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk yang membuat perjalanan anda lebih efisien.
Kelurahan Gilimanuk juga banyak terdapat daya tarik wisata lainnya yaitu Teluk Gilimanuk dan Pantai Karangsewu. Selain itu juga terdapat beberapa akomodasi di Kecamatan Melaya yang cocok untuk kalian jika ingin berwisata lebih dari satu hari yaitu Luvi Resort, Sumber Sari Eco Villas, Pondok Wisata Larisa dll. Dan anda juga bisa menikmati wisata kuliner khas Gilimanuk yaitu Ayam Betutu yang sangat khas cita rasanya.